Minggu, 05 Januari 2014

Sampaikan Saja

Saya sering mendengar kritikan pedasdari beberapa 'tetangga'. "ente mau mengubah dunia dengan bicara dan mengkritik? mana tindakan nyata ente? dari dulu bisanya hanya ngadain seminar-seminar saja. ummat tak butuh perkataan, ummat butuh tindakan real. jangan cuma OMDO saja!". kurang lebih seperti itulah yang saya tangkap. maaf jika tulisannya rada berlebihan. koreksi saya jika saya salah.

di sini saya ingin berbagi, tentang apa yang saya ketahui tentang 'bicara'. untuk ranah saya pribadi, berbicara tak semudah yang saya bayangkan. jujur, awalnya ketika belum mengenal islam saya adalah tipikal orang yang irit bicara. saya paling tidak suka menyampaikan di khalayak ramai. namun lama mengkaji islam, ilmu yang saya ketahui berontak ingin dikeluarkan. ia tak mau di kungkung sendiri dalam akal saya. ia ingin menebar kesadaran di tengah-tengah ummat. ia ingin di kabarkan ke seantero jagat raya. karena ia adalah kebenaran. dan kebenaran tak ada artinya jika hanya diam.

itulah sebabnya mengapa saya ingin tetap bertahan di Lembada Dakwah Kampus (LDK Fosdik Al-Umdah). 

saya ingin mengingatkan tentang sabda nabi SAW yang tentunya sudah populer kita dengar. "sampaikanlah (kebenaran dariku) walau hanya satu ayat."

di kisahkan pula oleh Ali Ahmad Bakatsir dalam bukunya 'Beginilah khalifah Umar Menemui Rabb-nya'. ketika tengah membangun Ka'bah nabi Ibrahim dan anaknya Ismail datanglah malaikat jibril .

Berpesan malaikat Jibril kepada Ibrahim, "Allah memerintahkan padamu agar menyeru semua makhluk untuk melaksanakan haji ke rumahNya ini."
Ibrahim bertanya, "makhluk-makhluk mana yang dimaksud, wahai jibril? R umah-rumah yang ada hanya sedikit."
Jibril menjawab, " serulah semua manusia"

lalu Ibrhim kembali bertanya, "dengan apa akan menyampaikan suaraku ,wahai Jibril?"
"engkau hanya bertugas untuk menyeru, dan Allah yang akan menyampaikan...".

Ya, saudariku, Kita hanya diperintahkan untuk menyeru. selanjutnya biarkan Allah yang menyampaikan. ingatlah, Allah hanya menilai proses dan usaha kita, sementara urusan hasil terserah Allah..
Allah takkan menyalahi janjiNya. biarlah orang mencibir, kelak mereka akan bungkam ketika Janji itu telah terwujud.

inilah kesempatan terakhir kita menjadi pejuang Khilafah Rasyidah yang kedua... Rauklah pahala sebanyak-banyaknya. tak akan ada lagi kesempatan setelah ini. Wallahu 'alam bisshowab.

0 komentar:

Posting Komentar