Saya akui, film korea itu bagus. Di dukung dengan para aktrisnya yang mempesona mata serta kisahnya yang menyentuh perasaan. Berjam-jam waktu terbuang, mata perih lantaran kelamaan menatap layar laptop jadi tak terasa. Benar-benar sia-sia. Film korea digandrungi banyak orang, di buru setiap kali beredar. Tak hanya sedap di tonton, parahnya ia bak racun nikotin yang membuat orang ketagihan untuk terus menontonnya, tak perduli walaupun puluhan episodenya. Hayo, saiapa yang tak ketinggalan film-film banyak episode seperti Naughty Kiss, Secret Garden, God of Study, Boys before Flowers, dan lain-lain yang pastinya panjang banget kalo saya deret disini.
Ingin rasanya segera menamatkan ketika menontonnya, apalagi pada waktu-waktu libur seperti sekarang ini. jeleknya berefek samping lupa makan, lupa beres-beres, lupa tugas, lupa nyalin catatan, telat shalat, bahkan bela-belain begadang demi untuknya. Ah, saya tahu betul rasanya sebab saya pun pernah mengalaminya. Tugas-tugas dan amanah menjadi tertunda dan parahnya bisa terbengkalai dan hanya menyisakan ruang bernama penyesalan.
Saya mengenal beberapa kawan yang ‘maniak’ terhadap film korea, bahkan memburu info-info tentang artis dan aktor yang populer, lagu-lagu korea dihapalnya, bahasa korea mulai dipelajari, pokoke Update banget soal apa saja yang berbau korea. Belakangan, banyak yang kepengen bisa jalan-jalan ke korea.
Kalau saya? Saya hanya suka menonton filmnya saja. Tapi yah itu, kena juga efek jeleknya seperti yang sudah saya paparkan di atas.
Berbanding terbalik jika menonton film penuh hikmah seperti menonton kisah perjalanan Nabi SAW. Dan para sahabatnya. Menonton film itu pasti tak habis dalam sehari, berbeda jika kita nonton drama korea yang mungkin seharinya bisa lebih dari sattu episode.
Saya pribadi jika menonton film siroh mendapat banyak manfaat. Setiap dialog yang terlontar penuh makna, setiap adegan yang terjadi adalah contoh teladan. Bandingkan sama drama korea terutama drama percintaan yang diaolgnya kebanyakan hanya kata-kata puitis kosong makna, dan adegan-adegannya sangat berbahaya untuk di contoh sebab mengajarkan kita untuk ‘mendekati zina’.
Yang terpenting adalah nilai kedua perbuatan ini juga berbeda. Menonton drama korea hukumnya Mubah, tetapi mubah bisa saja berubah menjadi haram tergantung isi filmnya, dampak yang ditimbulkannya dan lain-lain. Sementara menonton siroh nabawiyah atau film-film islami lainnya yang membuat kita makin dekat dengan Allah, membuat kita makin mengerti dan makin ingin menjadi bertakwa sebagaimana contoh teladan kita Rasulullah dan para sahabatnya, pastilah bernilai pahala.
Hindarilah perbuatan sia-sia. Pesan itu teruntuk diri saya pribadi dan teman-teman sekalian, khususnya untuk para pecinta film korea. Mari bermuhasabah sebelum tak ada lagi waktu bagi kita memperbaiki diri.
Makassar, 12 agustus 2014


0 komentar:
Posting Komentar